Daftar Bandar Togel Slot Online Terpercaya 2022

togel online

bandar togel

situs togel online

10 Daftar Situs Slot Terpercaya Dijamin VIP

online togel

judi togel online

situs slot online

slot online

togel terpercaya di batam

heromedia

Togel Online Terlengkap dan Terpercaya 2022

togel online

online togel

www togel online com

togel online terpercaya

daftar togel online terpercaya

daftar togel online

KONSTRUKSI DAN RESISTANSI RUANG TUBUH PASCAKOLONIAL DALAM CERPEN “KISAH SEORANG PENGANTIN” KARYA A.A. NAVIS | Monika | Alayasastra

KONSTRUKSI DAN RESISTANSI RUANG TUBUH PASCAKOLONIAL DALAM CERPEN “KISAH SEORANG PENGANTIN” KARYA A.A. NAVIS

Lastry Monika

Abstract


Tubuh perempuan menjadi paling terdampak atas wacana kolonial. Hal itu dapat ditelusuri melalui teks-teks pascakolonial yang bertujuan mengkonfigurasi ulang signifikansi tubuh. Hal inilah yang ditelusuri dalam cerpen “Kisah Seorang Pengantin” karya A.A. Navis. Masalah yang diteliti meliputi konstruksi, chaos, dan resistansi tubuh pascakolonial tokoh ‘aku’ sebagai perempuan. Analisis dilakukan berdasarkan perspektif politik keruangan Sara Upstone, terutama konsep ruang tubuh. Analisis dilakukan menggunakan metode studi kepustakaan yang didasarkan pada tubuh sebagai ruang definitif, wilayah tertinggi, transformasi akhir, dan terminal ambiguity. Hasil analisis menemukan ‘aku’ tidak memiliki otoritas penuh atas tubuhnya. Kemudian, ‘aku’ juga berada dalam konstruksi sosial yang mengharuskan perempuan selalu menerima dan patuh. Stereotip itu menempatkan dirinya pada posisi yang inferior. Akan tetapi, kemudian terjadi chaos yang menjadi alternatif bagi ‘aku’ untuk melakukan resistansi. Hal itu akhirnya menjadi sumber perlawanan hingga meraih kembali entitas tubuh yang utuh.

Kata kunci: konstruksi, tubuh, pascakolonial, resistansi.


Keywords


konstruksi; tubuh; pascakolonial; resistansi

Full Text:

PDF

References


Adzhani, S. A. (2014). Konstruksi Ruang Kota Poskolonial dan Respons Spasial dalam Novel The Kite Runner Karya Khaled Hosseini. Jurnal Poetika, Vol. 2, No. 1, hlm. 36-42.

Bandel, K. (2013). Sastra Nasionalisme Pascakolonialitas. Yogyakarta: Indie Book Corner.

Bhabha, H. K. (1994). The Location of Culture. New York: Routledge.

Dwiwardani, W. (2014). Ruang Pascakolonial dalam Kitchin Karya Yoshimoto Banana. Jurnal Poetika, Vo.2, No. 1, hlm. 55-68.

Faruk. (2012). Metode Penelitian Sastra: Sebuah Penjelajahan Awal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

__________. (2007). Belenggu Pasca-kolonial: Hegemoni & Resistensi dalam Sastra Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Gandhi, L. (2007). Teori Poskolonial: Upaya Meruntuhkan Hegemoni Barat. Diterjemahkan oleh Yuwan Wahyutri dan Nur Hamidah. Yogyakarta: Penerbit Qalam.

Hamam, K. (2015). Postcolonialism and Feminism: An Intersectional Discourse of Reconstruction. Postcolonial Studies Association Newsletter, hlm. 10–12.

Hardiningtyas, P. R., Putra, I. N. D., Kusuma, I. N. W., & Triadnyani, I. G. A. A. M. (n.d.). Otoritas Tubuh antara Sakral dan Profan dalam Puisi Karya Penyair Bali Tahun 1970—2016. Aksara, Vol. 30, No. 1, hlm. 17–41.

Mbembe, A. (2001). On the postcolony (Vol. 41). Los Angeles: University of California Press.

___________. (2008). Necropolitics. In Foucault in an Age of Terror (pp. 152–182). Springer. McLeod, J. (2010). Beginning Postcolonialism. New York: Manchester University Press.

Navis, A. A. (2018). Jodoh. Jakarta: Grasindo.

Rahariyoso, D. (2014). Paradoks Ruang Tubuh dalam Puisi “Sakramen” Karya Joko Pinurbo: Kajian ‘Pascakolonial Tubuh’ Sara Upstone. Jurnal Poetika, Vol. 2, No. 1, hlm. 43- 54.

Suciati, E. (2014). Ruang Pascakolonial Dalam The God Of Small Things Karya Arundhati Roy. Jurnal Poetika, Vol. 2, No. 1, hlm. 3-15.

Teverson, A., & Upstone, S. (2011). Postcolonial Spaces: The Politics of Place in Contemporary Culture. New York: Palgrave Macmillan.

Upstone, S. (2009). Spatial Politics in the Postcolonial Novel. Burlington: Ashgate Publishing Company.

_________. (2017). Literary Theory: A Complete Introduction. Hachette UK.

Weate, J. (2003). Achille Mbembe and the postcolony: going beyond the text. Research in African Literatures, Vol. 34, hlm. 27–41.

Young, R. (1995). Colonial desire: Hybridity in theory, culture, and race. New York: Routledge




DOI: https://doi.org/10.36567/aly.v18i1.932

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Alayasastra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

ALAYASASTRA INDEXED BY:

________________________________________________________________________

@2017 Alayasastra (e-ISSN 2615-6024, p-ISSN 1858-4950)

Balai Bahasa Jawa Tengah

Jalan Elang Raya Nomor 1, Mangunharjo, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia 50272

Telepon +6224-76744357, 76744356; Faksimile +6224-76722358; Pos-el alayasastrabbjt@gmail.com

Powered by OJS

Creative Commons License
This work is licensed under a 
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.